Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... free counters

Kelebihan dan Kekurangan Ninja dengan CBR


Request Bro Elvis Gorontalo: Motor Harian Premium Terbaik Rentang 30jt-40jt

…. jadi kayak gini pertanyaannya (tolong kasih pandangan ya bro ) : untuk harga 30 sampai dengan 40 juta… motor yang paling pas dengan badan ane 178 cm berat 70kg (umur 29 thn) kira2 motor apa ya??? motor ini rencananya bakal di pake buat harian (rumah-kantor, dll). sampe skarang yang ane tau di harga segitu pilihannya : CBR 250r, CBR 150r, Ninja KRR (2-tak). trus trang ane bingung+stress+dll dalam beberapa hari ini……tolong dibantu ya!!!!!!!!!!!
Kalimat di Atas adalah pertanyaan dari Bro Elvis Charles Deu dari Gorontalo. Di tengah kejenuhan dan stress pekerjaan akhirnya semangat menulis di blog kembali muncul.. minimal memberi sedikit informasi seorang pengunjung blog Akang ini ;)
Untuk motor premium (premium menurut mayoritas masyarakat Indonesia) yang ada di kisaran 30-40jt sekarang adalah CBR 150 (33 jt), CBR 250 (40 jt) dan New Ninja KRR (34.3 jt) itu adalah OTR di Jakarta ya,, di Gorontalo sana  jelas harganya lebih tinggi karena ada biaya transport dan pajak daerah, mungkin lebih mahal sampai 2-3jt kali ya… (Maaf ya Megelli 250 tidak Akang masukkan karena berbagai alasan!) Sekarang akan Akang bahas satu persatu dari ketiga model tersebut berdasarkan pengetahuan yang Akang punya dan data2 spesifikasi yang ada.
Model baru dan Motor Baru 30-40jt beberapa bulan mendatang.
Sebelumnya Akang bahas dulu beberapa model baru dalam rentang 30-40 juta.. Seperti sudah kita tahu dari berbagai media pihak Suzuki mengkonfirmasi akan menghadirkan GW250 di 2012 ini, sepertinya paling lambat pertengahan tahun (untuk data lengkap dan spesifikasi perbandingan dengan CBR 250 silakan
 lihat di sini) Sedangkan untuk model facelift akan hadir New Kawasaki 150RR. Ninja 2 tak ini menurut informasi yang Akang dapatkan tetep menggunakan mesin yang sama, hanya terdapat perubahan cover body luar saja.
Untuk yang ada waktu sampai pertengahan tahun mungkin lebih bijak ditunda dulu beli motornya kali ya, nunggu kemunculan GW250,, tapi bagi yang ngebet sekarang pilihannya terbatas pada cbr 150r, cbr 250r dan Ninja 150KR.
Sisi Design dan Style Motor
Dari Sisi design ketiga motor merupakan model full cowling (berfairing) CBR 150R dan CBR 250R yang merupakan model paling baru sepertinya lebih unggul (di mata Akang ya!!) ketimbang gaya full fairing klasik Ninja 150RR bahkan New Ninja 150RR pun masih kalah style dibanding CBR-series. Seandainya masbro beli Ninja 150RR sekarang, dalam satu dua bulan kedepan ketika ada 150RR baru maka akan semakin kelihatan jadul saja..  TAPIII… hal ini bukan masalah kalau masbro suka design klasik Ninja 150RR yang sekarang. Dalam hal selera, jangan dengerin kata orang,, toh kita sendiri yang mersakan kepuasan.
Gambar New Ninja 150RR didapat dari asmarantaka.wordpress.com
Coba perhatikan gambar di atas masbro, gaya Ninja 150RR yang baru terlalu memaksakan niru Ninja 250 sehingga tidak ada harmonisasi antara tanki, garis cowling/fairing depan dan body belakang. Kalau dilihat secara perbagian mungkin bagus tapi bila dilihat secara motor keseluruhan jelas acak2an.. Jauh banget dengan cbr-series dimana design keseluruhan merupakan suatu kesatuan harmonisasi yang unik dan berkelas.. IMHO
Berat, Dimensi Motor dan Riding Position
Berdasarkan tinggi badan Elvis Charles Deu yang 178cm, 70kg Akang pikir sih dari riding position cocok menggunakan motor apapun baik cbr-series ataupun ninja 150KRR.. Tidak satupun yang ketinggian. Kalau soal riding position bisa dipilih sesuai selera. Ninja lebih ke sport dengan posisi berkendara lebih nunduk dibanding cbr-series yang beraroma motor harian dengan posisi berkendara lebih tegak (cbr 250 dan cbr 150 memiliki riding position yang hampir sama percis).. Kalau untuk harian yang mengutamakan kenyamanan dengan sesekali touring jelas Akang saranin pilih cbr-series. Tapi kalau masbro suka menggenjot adrenalin sejak gas dipuntir, jelas Ninja 150RR memberikan sensasi riding position sporty yang diperlukan,, tapi dijamin mudah lelah dan gak nyaman dibawa touring dan harian di lingkungan macet.
Dari kecocokan tinggi dan berat badan 178 cm berat 70 kg perawakan tinggi langsing, kayaknya lebih cocok dengan Ninja 150RR yang memiliki berat kosong 128 kg (paling ringan diantara ketiganya) disusul cbr 150 dengan berat kosong 138 kg, body cbr 150R sedikiiiit lebih kecil daripada cbr 250 yang berat mencapao 161 kg, kalau sekilas sih kedua cbr gak akan kelihatan beda, baru kalau dijajarin kelihatan bedanya! Faktor berat motor ini akan terasa kalau masbro parkir atau masuk keluar gang. Apalagi seandainya masbro kerjanya di lapangan sering berpindah tempat dan harus parkir di berbagai tempat, jelas body yang ringan lebih Akang saranin. Kalau kerjanya Cuma di kantoran masuk pagi pulang sore,,, frekuensi parkir Cuma sesekalai,, motor berat juga gak
masalah kali ya… :mrgreen:
Feeling dan Kenikmatan Berkendara (Performance??)
Untuk hal kenikmatan berkendara jelas berbeda2 tiap orang dan tergantung cara berkendara juga. Apalagi dari ketiga motor di atas karakternya berbeda semua. CBR 250R memiliki power dan torsi yang besar rpm rendah dan menengah (Max Power 27PS @8,500rpm Torsi 23Nm @ 7000rpm) dengan bukaan throttle gas sedikit pun dengan ringannya bisa ngacir dengan top speed lebih dari 150km/jam. Bagi pemakai harian yang sesekali touring jauh dan suka kebut2an Akang saranin banget. Kelemahan karakter mesin putaran rendah ini bagi orang Indonesia adalah suara yang dihasilkan,,, walaupun 250cc dan mesin dohc tapi sama aja suaranya dengan new megapro 150cc sohc karena beroperasi pada putaran rpm yang hampir sama :mrgreen:
CBR 150 berbeda dengan CBR 250 disetting untuk mengeluarkan power di putaran mesin tinggi ( 17.8PS @10,500 rpm) cocok bagi yang suka kebut2an pada high rpm… Kelemahannya ya lemah di putaran bawah. Kalau masbro pernah memakai Yamaha Vixion mungkin bakal merasa cbr 150 lemah ketika start lho (Meskipun sama-sama 150cc, Vixion disetting pada rpm rendah dan menengah seperti halnya cbr 250). Perlu masbro ketahui bahwa mesin dohc 150 juga dipakai Suzuki Satria dengan power yang lebih rendah ketimbang cbr 150, tapi dengan body Satria fu yang kecil membuat motor ini lebih lincah di akselerasi awal, tapi jelas kalah stabil saat kecepatan tinggi karena body bebeknya inferior dibanding body motor sport cbr 150 CMIIW. Nilai positif bagi mesin dohc cbr 150 yang berkarakter putaran tinggi adalah kepuasan saat motor di putaran tinggi, apalagi ketika knalpot sudah diganti dengan aftermarket. Feel berkendara ketika knalpot meraung di putaran 9-10 ribu rpm dibandingkan 7,000 rpm motor lain dengan speed yang sama feel berkendaranya sangat berbeda!!! dan itu kenikmatan tersendiri bagi rider cbr 150…
Untuk Ninja 150 RR performa tak diragukan lagi. Walaupun 150cc tapi power sangat mumpuni 30.1 ps @10.500 rpm Torsi 21.6 Nm @9,000 rpm bahkan mampu mengungguli CBR 250R. Kenikmatan terbesar mengendarai Ninja 150 adalah saat mekanisme super kips bekerja di putaran tinggi (7000-8500rpm???) dimana terjadi kenaikan power secara signifikan dan menimbulkan sensai yang berbeda dibanding mesin 4 tak. Kenikmatan dan sensasi lain yang didapat dari mesin 2 tak adalah suaranya yang garing, tapi ini sekaligus jadi kelemahan karena banyak orang misalnya Akang sendiri benciiiii banget ma suara mesin 2 tak :evil:
Untuk performa Akang gak bisa kasih rekomendasi, kembali ke individu masing2 lebih suka yang mana… Seperti yang Akang tulis di atas semua ada keuntungan dan kekurangannya.
Sisi Teknologi dan Jaminan Sparepart
Secara umum ninja 150 menggunakan mesin teknologi 2-tak yang konon berdasarkan info yang Akang dengar sih Cuma ada di Indonesia. Teknologi  ini tidak ramah lingkungan dan kemungkinan besar tidak akan bertahan seandainya kebijakan Euro 3 diberlakukan. Bisa jadi sebuah berkah karena masbro memiliki motor 2 tak generasi terakhir atau juga suatu musibah seandainya motor discontinue dan ketika ada masalah masbro kesulitan mencari sparepart. Tergantung masbro melihat dari sudut pandang mana. Ya walaupun setelah discontinue pabrikan wajib menjamin ketersediaan part 10 tahun mendatang dan strtuktur mesin 2-tak bisa ditangani bengkel pinggir jalan sekalipun,, kekhawatiran ketiadaan sparepart pasti ada.
Sebaliknya cbr-series apalagi cbr 250 menggunakan teknologi mesin 4-tak generasi terbaru Honda global. Terutama penggunaan sistem injeksi yang ramah lingkungan sudah lolos regulasi Euro 3… sehingga lebih terjamin di masa mendatang baik sisi service maupun suplai sparepart. Hal negatif dari teknologi ini adalah apabila di Gorontalo sana service center Honda belum siap menangani nih motor… Walaupun saya yakin di tahun kedua pemasaran
cbr 250 sepertinya bengkel resmi Honda pasti sudah sangat siap,, sekali lagi
kekhawatiran pasti ada toh ;)
Fuel Consumption
Hmm,, maaf nih ya, mau sedikit nyindir temen Akang yang mau beli cbr 150R tapi mau ngasih minum premium dan memikirkan keiritan. 
Jangan pernah pikirkan effisiensi bahan bakar bila masbro beli motor premium di atas 30 juta. Kalau masih mikirin hal ini mendingan lebih baik masbro pikir ulang deh untuk beli motor kelas ini, karena berarti kebutuhan pokok hidup yang lain masih harus diperhatikan dan artinya masbro maksa2in beli motor ini! IMHO.
Yang ingin Akang bahas adalah pemilihan konsumsi bahan bakar. Berhubung bro Elvis ada di Gorontalo Akang gak tahu apa suplai bbm pertamax disana lancar atau tidak.. Hal ini dikarenakan cbr 250 direkomendasikan menggunakan pertamax, pun juga dengan cbr 150,, tapi keuntungan cbr 150R ini adalah adanya sistem injeksi khusus untuk Indonesia dimana timing pengapian bisa menyesuaikan bila terpaksa disuplai bbm premium… (ingat ya premium buat warga yang memerlukan subsidi, bukan untuk masbro yang kebeli motor 30jt ke atas!) kalau Ninja 150RR rekomendasinya memang menggunakan premium karena kompresinya yang rendah… CMIIW
Kesimpulan
Kalau masbro senang dengan sensasi suara mesin 4-tak di rpm tinggi cbr 150R pilihannya, lebih ringan dari CBR 250 dan masih bisa dikasih minum premium sayang kurang menggigit di putaran rendah dan dari segi performance paling rendah dibanding 2 motor lainnya. Kalau masbro suka kebut-kebutan mompa adrenalin, tidak terlalu concern pada lingkungan, tidak memikirkan kalau dalam 3-4 tahun mendatang mesin 2-tak bakal distop produksinya, senang suara knalpot garing 2-tak, suka motor yang ringan gak ribet,, Ninja 150rr pilihannya, Secara pribadi nih kalau Akang disuruh milih… pilihan terbaik adalah CBR 250R . Style, Performance, Teknology dan Gengsi semua dapet… sebanding dengan harga yang dikeluarkan.. IMHO Meskipun bodynya berat,, buat masbro Elvis yang tingginya 178cm sepertinya gak jadi halangan kan apalagi di Gorontalo gak ada macet kaya di Jakarta… ;)

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.